Islam di India

on Monday, July 15, 2013

Islam merupakan agama terbesar kedua di India setelah Hindu dilihat dari jumlah pengikutnya. Hampir 151 juta Muslim yang tinggal di negara ini yaitu sebesar 13,4 persen dari total penduduk India. Islam pertama kali sampai di India ratusan tahun yang lalu semasa hidup Nabi Muhammad SAW. Hal itu dengan serta merta berdampak langsung terhadap wilayah tersebut. Orang-orang mulai membangun masjid serta lembaga-kembaga keagamaan sejak abad ke-7 Masehi. Segera setelah itu, Islam akhirnya berakar ke dalam kebudayaan, peradaban, dan kehidupan masyarakat India.

Saat ini, umat Islam memiliki status yang berkedudukan kuat di India dan mereka telah memainkan berbagai peran penting dalam kemajuan negara. Ada banyak lembaga Muslim di India di mana umat Islam menerima pendidikan berkualitas tinggi. Menurut statistik pemerintah, 4% umat Islam menimba ilmu di madrasah sedangkan 96% sisanya terdaftar baik di sekolah negeri ataupun swasta. Bagi sebagian besar umat Islam India, identitas sebagai seorang “Muslim” adalah lebih penting daripada menjadi seorang “India”, menurut laporan Komite Sachar.

Sejauh menyangkut hak resmi dan hak istimewa terhadap umat Islam, pemerintah India dengan kekuasaannya tidak mampu untuk mencegah inklusi sosial masyarakat minoritas sebesar ini. Banyak Muslim terkemuka di India berpendapat bahwa mereka yang menganut Islam menghadapi representasi politik yang tidak proporsional di tingkat negara bagian dan tingkat nasional. Walau bagaimana pun juga, hal ini tidak menghentikan umat Islam untuk mencapai posisi teratas dalam demokrasi terbesar di dunia. Keluarga-keluarga Muslim memiliki tradisi memerintah India sejak zaman kerajaan Mughal. Banyak tradisi modern India berasal dari periode waktu ketika penguasa Muslim menguasai seluruh India, Pakistan, dan Bangladesh.

Oleh karena itu, umat Islam di India tidak melihat diri mereka sebagai kelompok marjinal  seperti yang kelompok-kelompok agama minoritas lainnya lakukan. Mereka tidak hanya memiliki rasa kepemilikan yang kuat terhadap agama mereka, tetapi juga rasa patriotisme yang mendalam terhadap negara mereka. Menggabungkan dua faktor tersebut, mereka telah berhasil memperoleh simbol status yang semestinya di India dan bebas mengamalkan serta mengajarkan agama mereka. Meskipun pada beberapa waktu, mereka menjadi sasaran terhadap prasangka dan kebodohan kronis yang berdasar pada stereotip yang keras, hal ini tidak mempengaruhi tradisi Islam dan perilaku Muslim di negara yang didominasi agama Hindu.

Terlepas dari kenyataan bahwa umat Islam di India telah berkembang, pemerintah dan masyarakat Muslim harus terus berusaha untuk memastikan kesetaraan bagi kaum Muslim di seluruh India. Perwakilan yang sebanding berdasarkan standar demokrasi sangat penting apabila integrasi dan kerukunan umat beragama dimajukan di dalam demokrasi Asia Selatan.

You can also read this article in English Here



View the
Original article

0 comments: