Showing posts with label Ibadah. Show all posts
Showing posts with label Ibadah. Show all posts

Ibadah Umat Islam Mengurangi Alzheimer

on Sunday, February 17, 2013

Sebuah studi ilmiah bersama Israel-Amerika mengungkapkan bahwa ibadah rutin seperti shalat lima waktu umat Islam sehari-hari dapat mengurangi risiko berkembangnya demensia atau “Alzheimer” sebesar 50 persen.

Penelitian Israel-Amerika tersebut dilakukan dengan dana dari Lembaga Kesehatan Nasional Amerika Serikat (National Institutes of Health) “NIH”, dan bekerja sama dengan beberapa peneliti Israel dari rumah sakit dan universitas seperti Universitas Tel Aviv dan Universitas Ben-Gurion, tim tersebut juga termasuk peneliti Amerika dari Universitas Clubland.

Penelitian kesehatan menunjukkan bahwa pengaruh shalat memiliki dampak positif yang lebih besar daripada dampak faktor pendidikan di setiap lembaga pendidikan yang menurut penelitian digunakan untuk mengurangi resiko Alzheimer, sebesar 24 persen.

Bagian dari studi ini diterbitkan dalam laporan surat kabar Israel “Harian Haaretz” yang melaporkan bahwa dikatakan umumnya infeksi peningkatan penyakit Alzheimer sebesar 50 persen di antara pria dibanding wanita, sementara tingkat infeksi adalah sama ketika dibandingkan wanita yang telah belajar dalam jangka waktu mulai satu hingga dua tahun di lembaga pendidikan, dengan angka pria terinfeksi yang telah belajar selama empat tahun.

Penelitian Israel menunjukkan bahwa beribadah memiliki efek ganda apabila dibandingkan dengan jumlah tahun pendidikan yang dihabiskan oleh setiap orang.

Penelitian tersebut tidak memberikan penjelasan yang terperinci untuk hubungan antara shalat dan kemungkinannya mengurangi penyakit, namun, mereka mencoba mendukung pendapat mereka dengan beberapa pernyataan yang luar biasa:

“Sembahyang merupakan suatu kebiasaan di mana pikiran diinvestasikan, dan aktivitas intelektual yang terlibat di dalamnya mungkin merupakan tindakan perlindungan terhadap penyakit,” kata Prof. Rivka Inzelberg yang merupakan pemimpin peneliti dari Universitas Tel Aviv.

Perlu disebutkan bahwa studi ini melibatkan lebih dari 892 partisipan dengan umur di atas 65 tahun yang tinggal di desa Arab “Wadi Ara” di Israel. Contoh partisipan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 497 orang yang tidak menderita gejala penyakit daya ingat, 303 orang yang menderita kelemahan daya ingat ringan, dan kemudian 92 orang yang menderita Alzheimer.

Penelitian Israel ini bukanlah studi pertama yang telah dicoba untuk menemukan hubungan antara agama dan kesehatan yang baik. Pada tahun 2005, para peneliti menemukan bahwa menerapkan gaya religius atau spiritual memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer.

Juga, kelompok riset Israel, Assia, menemukan morbiditas dan angka kematian di antara bayi yang jauh lebih rendah dalam masyarakat yang religius.

You can also read this article in English Here



View the
Original article

Ibadah Haji Bagi Umat Islam

on Tuesday, July 10, 2012

Ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima setelah syahadat, sholat, puasa, dan zakat. Menurut etimologi bahasa Arab, kata haji (hajj) mempunyai arti qashd, yakni tujuan, maksud, dan menyengaja. Haji dapat didefinisikan sebagai ibadah yang wajib dilaksanakan oleh umat Muslim bagi yang mampu secara fisik, mental, dan material, paling tidak sekali dalam hidupnya. Ibadah haji dilakukan pada saat musim haji yaitu pada bulan Zulhijah, dengan mengunjungi tempat-tempat tertentu, untuk melakukan ibadah-ibadah tertentu, dengan syarat-syarat tertentu pula.

Tempat-tempat tertentu tersebut antara lain adalah Ka’bah dan Mas’a (tempat sa’i), Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Dalam ibadah haji ada yang disebut dengan rukun haji dan wajib haji. Rukun haji tersebut antara lain, ihram, wukuf, towaf iwada’, syai’, tahalul, dan tertib. Selain itu, dalam ibadah haji ada kegiatan yang wajib dikerjakan atau tidak boleh ditinggalkan, yaitu wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan klimaksnya melempar jumrah di Mina. Jika salah satu kegiatan ini ditinggalkan ibadah haji tetap sah tetapi harus membayar denda (dam).

Pertama adalah kegiatan wukuf di Arafah. Arafah merupakan padang pasir yang luas. Jutaan manusia berkumpul di padang pasir ini tanpa atribut dan apapun yang menunjukkan kedudukan maupun kekuasaan di dunia. Dalam momen ini ditunjukkan bahwa semua manusia memiliki kedudukan yang sama dimata Allah, sesuai dengan firman Allah:  “Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS al-Hujurat: 13)

Kedua adalah pelaksanaan Mabit di Muzdalifah. Mabit di Muzdalifah ini dilakukan pada malam hari, waktu dimana suasana sedang gelap, sepi, disaat orang justru sedang terlelap. Kegiatan yang dilakukan adalah berdzikir, merenungi kebesaran Allah, sehingga timbul kesadaran betapa kecilnya manusia, betapa luasnya jagat raya, betapa Mahabesar kekuasaan Allah atas dunia ini. Dengan perenungan ini, jiwa kita akan tersadarkan akan dosa-dosa, sifat-sifat tercela, atau bahkan pemikiran-pemikiran buruk yang menjauhkan kita dari ajaran Islam. Dalam pelaksanaan Mabit inilah saatnya para jamaah haji beristighfar, meminta ampun, dan bertaubat kepada Allah atas segala dosa-dosanya.

Ketiga adalah melempar Jumrah di Mina. Para jamaah haji sebelumnya mengumpulkan batu. Kegiatan ini merupakan simbolisme dari tindakan menyerang untuk mengusir syaitan. Disini berdiri tiga tugu simbolisasi dari syetan yang harus diperangi, yaitu Jumrah Aqabah, Jumrah Ula, dan Jumrah Wustha. Dalam kehidupan sehari-hari, serangan syetan itu dapat berwujud dalam berbagai macam bentuk, mulai dari keserakahan akan harta, kekuasaan, dan lain-lain. Pelemparan batu ini menjadi symbol akan penyerangan kita umat manusia untuk menang melawan godaan-godaan syetan.

Ibadah haji secara keseluruhan memiliki esensi yang sangat kaya, sarat dengan nilai-nilai kebaikan, dan juga hikmah dalam setiap ibadah di dalamnya. Esensi dan hikmah ini tidak hanya sebatas mengenai hubungan antara manusia dengan Allah, tetapi juga hubungan manusia dengan sesama, dengan hal-hal yang ada disekitar kita. Ibadah haji dapat dikatakan sebagai puncak pencapaian ibadah bagi umat Islam, hal ini ditunjukkan dengan ibadah haji sebagai rukun Islam kelima atau terakhir.  Dengan melaksanakan ibadah haji dapat diartikan bahwa orang tersebut telah melaksanakan rukun Islam dengan sempurna.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

View the Original article