Showing posts with label Bahasa. Show all posts
Showing posts with label Bahasa. Show all posts

Mengapa Al Qur’an Diturunkan Dalam Bahasa Arab? (part 3)

on Monday, November 5, 2012

Pada artikel sebelumnya, saya telah mencoba menunjukkan mengapa bahasa Arab adalah bahasa yang ideal dalam penurunan wahyu Al Qur’an.

Akar kata terakhir dari ayat adalah عقل (‘ql). Sungguh, Kami telah menurunkannya sebagai Al Qur’an dalam bahasa Arab agar kamu memahaminya.

Sebelum melihat artinya, dari ayat itu sendiri kita bisa menyimpulkan bahwa disana ada tujuan yang akan dicapai oleh kumpulan bagian-bagian beserta artinya yang diekspresikan dalam bahasa yang jelas dan berbeda. Ini, fakta bahwa Al Qur’an diturunkan dalam bagian-bagian yang disampaikan dalam bahasa yang memungkinkan pembedaan antara bagian-bagian tersebut adalah cara Tuhan memilih untuk mengarahkan para umat menuju sebuah pemahaman. Tapi, pemahaman seperti apa yang sedang kita bicarakan ini?

Arti utama dari akar kata عقل (‘ql) adalah menahan, mengendalikan, yang menunjuk pada apa yang juga kita temukan bahwa عقل (‘ql) juga berarti nama sebuah tali yang digunakan untuk mengikat kaki-kaki onta sehingga mereka tidak bisa bergerak. Dari sinilah kita akan mulai: gagasan bahwa sesuatu itu di kendalikan, didirikan secara tetap di suatu tempat. Lalu, apakah ada hubungannya antara gagasan mengendalikan sesuatu ini dengan pemahaman?

Pertama-tama, mari kita melihat bahasa Inggris understanding(pemahaman)… ini berasal dari stand (berdiri), yang mana, ternyata berasal dari bahasa Latin sto, yang artinya secara umum adalah berdiri, lawan dari duduk, berjalan, atau berbaring. Jadi sto berarti untuk berdiri di tempat, berdiri tetap atau tidak berpindah-menegaskan hubungan antara pemahaman dan ketidakberpindahan. Tapi, bayangkan seseorang bertanya “tapi bagaimana dengan ‘under’ (dibawah) – mengapa itu muncul sebelum gagasan remaining still (diam)?; dan apa hubungannya dengan understanding (pemahaman)?”ini adalah pertanyaan yang sungguh menarik…

Sebagai preposisi, under (dibawah) menunjuk pada posisi yang lebih rendah yang diambil dalam menunjukkan sesuatu yang berada diatas – jika pada yang diatas kita menyebutnya surface (permukaan), menjadi di bawah berarti menjadi di bawah permukaan. Sekarang orang tersebut menyanyakan “Oh, mungkin ini mengapa ‘under’ umumnya dihubungkan dengan inferioritas atau penaklukan…” dan kita akan mengatakan: itu hanya terjadi jika anda berhenti melihat ke permukaan… Pernahkan anda berpikir bahwa untuk menjadi kuat, setiap bangunan membutuhkan pondasi? Dan pondasi itu adalah sesuatu yang berdiri di bawah bangunan? jadi, meskipun beradai di bawah permukaan, tidak terlihat, pondasi pada kenyataannya adalah dasar atas apa yang membuat bangunan itu berdiri. Lebih lanjut, pondasi adalah permulaan, yang sangat banyak, sehingga menegakkan dasar adalah untuk membangun sesuatu, yang mana, memberikan kelahiran pada hal tersebut. Contohnya, ingat bahwa setiap saat orang membicarakan tentang prinsip-prinsip dalam masyarakat? Apa yang menurut anda mereka arahkan? Bukan apapun melainkan konsep-konsep dasar yang padanya masyarakat dibangun – dan kenyataan bahwa dasar itu tidak berarti rendah, sebaliknya… Dan ini tepatnya dengan konsepnya yang sangat ditinggikan oleh preposisi yang dengannya kata sto berhubungan. Karena analisis ini, under (di bawah) kemudian berguna untuk menekankan ide dari kepastian sebagai kualitas yang tidak mungkin terlihat jika seeorang terbiasa untuk hanya melihat pada permukaan.

Sekarang, mari kita memperlebar analisis dengan memasukkan satu arti lain yang terkandung pada akar kata: things that are perceived by the intellect (hal-hal yang dimengerti oleh para ahli). Dari yang telah kita lihat di atas, dan untuk tetap menjaga kesinambungan, kata kerja perceive (melihat/mengerti) harus dihubungkan dengan gagasan dari menahan, atau menjadikan tidak bergerak. Marik kita ambil sumber kata dalam bahasa Inggris, dalam bahasa Latin percipio, yang berarti to take possession of, to gather, collect (untuk mengambil kepunyaan, mengumpulkan, menghimpun). Ingat lego – untuk membaca sebagai plihan dari buah yang anda petik dari pohon? Sekarang kita membahasnya sekali lagi… Tetapi sekarang sesuatu telah ditambahkan ke dalam pilihan tersebut- memetik, dan nyatanya bahwa anda telah mengambil kepemilikan darinya, yang mana, anda telah menguasai buah tersebut untuk diri anda sendiri. Dari ide memiliki sesuatu yang telah dikumpulkan ini, percipio pun bersifat metafora dalam menunjukkan to understand, comprehend (untuk memahami, mengerti). Jika anda masih belum teryakinkan bahwa percipio adalah salah satu jalan dari mempertahankan, maka izinkan saya menambahkan bahwa itu berasal dari capio, to take in hand, seize, grasp (untuk mendapatkan dalam genggaman, menangkap, menggenggam); digunakan dalam hubungan dengan kehidupan makhluk yang berarti to take captive, to catch (by hunting) (untuk menawan, mengangkap (dalam berburu)).

Pada akhirnya, kita mengatakan menghargai عقل – pemahaman, ini sudah jelas bahwa ini adalah pemahaman yang berdasarkan pada apa yang dilihat, retensi intelek dari bagian-bagian yang telah dipetik dari keseluruhan. Tetapi intelek tidak hanya menahannya – mereka juga membawanya bersama-sama.. Saya akan mencoba membuktikan bahwa faktanya intellect berasal dari kata intellego (untuk memahami, mengerti, membenarkan apa pun), yang mana terbentuk dengan preposisi inter dan lego… Ya, ini adalah lego yang sama.. dan lagi, ingat bahwa ini menunjukkan kepada kita bahwa mengumpulkan bersama mungkin juga sama dengan pilihan? Sekarang, ketika didahului oleh inter, lego dapat menunjukkan pada timbal-balik, hubungan dua arah yang bisa kita temukan dalam hal-hal yang kita pilih. Dan ketika hal-hal tersebut berbagi hubungan-hubungan, mereka membawanya bersama-sama. Lebih dari itu, mereka saling terkait, bertalian, bersama…. Ingat rangkaiannya?

You can also read the English article here



View the
Original article

Mengapa Al Qur’an Diturunkan Dalam Bahasa Arab? (part 2)

on Sunday, November 4, 2012

Pada artikel sebelumnya, saya telah mencoba menunjukkan bahwa Al Qur’an tidak hanya sebuah kumpulan ayat-ayat dalam satu buku…

Sekarang kita akan melihat akar dari bahasa Arab itu sendiri, عرب (‘rb), telah menunjukkan pada kita yang kemungkinan menjelaskan pada kualitas yang membimbing saya untuk berhipotesis bahwa kita sedang berurusan dengan bahasa yang special.
Arti pertama dalam عرب yang akan menyita perhatian anda terhadapnya adalah “tidak melakukan kesalahan apapun dalam berbahasa, mengekspresikan makna yang jelas, dengan berbeda, dengan demikian membuat semuanya menjadi jelas, terang, dan berbeda. Sebagai berikut, Al Qur’an diturunkan dalam bahasa yang telah memberikan kekuatan untuk mengekspresikan arti-arti secara jelas dan berbeda.

Sudahkah anda melihat pasangan yang dibentuk oleh bentuk kata keterangan dari jelas dan berbeda? Kita semua mengetahui arti dari kata jelas, dan dalam derajat yang lebih tinggi ataupun lebih rendah kita secara umum dapat berbicara dengan jelas, atau paling tidak mencoba untuk melakukannya.

Tetapi apakah kita sangat yakin dengan arti kata berbeda? Apakah cukup dengan menjawab bahwa sesuatu itu dengan nyata diekspresikan ketika kita membedakannya dari hal-hal lainnya?; atau apakah dengan mengatakan bahwa kita membedakan ketika kita memisahka, ketika kita membagi, akan membantu?

Mengapa Al Qur’an Diturunkan Dalam Bahasa Arab

Ini jelas merupakan logika figuratif dari bahasa latin distinguo (dari kata inilah distinct terbentuk), berarti untuk memisahkan, membagi, melepas, menunjukkan: jika kita ingin membedakan hal-hal kita harus bisa memisahkannya. Pendeknya, saya akan mengatakan bahwa mengekspresikan arti-arti dengan berbeda yang dimungkinkan oleh bahasa Arab itu secara esensial koheren dengan fakta bahwa al Qur’an disusun dari bagian-bagian. Dengan kata lain, jika قرا (qr’) menitikkan pada keberadaan bagian-bagian yang disusun bersama, عرب menekankan fakta bahwa bagian-bagian tersebut diekspresikan secara berbeda, sangat nyata sehingga tidak ada kesalahan yang bisa ditemukan dalam kumpulan tersebut. Jadi, kedua akar kata tersebut berhubungan, karena keduanya berusaha memberikan kita gagasan dari sebuah hubungan yang tertata, logis, dan konsisten dari bagian-bagian.

Sekarang, mari kita lanjutkan untuk mencoba memahami mengapa عرب juga berarti air yang melimpah. Apakah anda melihat hubungan antara sesuatu yang berbeda, mudah untuk dimengerti, dan air yang melimpah? Anda tahu bagaimana hujan turun dari langit bukan? Hujan turun dalam tetesan yang berturut-turut, terpisah, dan berbeda. Ketika mereka sampai di tanah untuk kemudian diserap oleh tanah ataupun tetap berada di permukaan, mereka akan berkumpul, membentuk aliran yang kurang lebih sama seperti asalnya. Ketika anda melihat aliran tersebut, anda tidak melihat tetesan, karena mereka berkumpul bersama menjadi sebuah keseluruhan yang sempurna sehingga membuat anda lupa bahwa anda sebenarnya melihat bertemunya kembali ribuan tetes-tetes air.

Jadi, adalah mungkin untuk membayangkan bahasa Arab sebagai sesuatu yang dapat menciptakan sebuah aliran, arus yang terbentuk dari banyak kata-kata berbeda yang kumpulannya itu melambangkan air yang melimbah, yang mana adalah kesuburan, kemurahan hati. Dan itu tepatnya adalah apa yang disebut Al Qur’an. Lebih jaunhnya, saya pikir bahwa untuk mensintesiskan aspek tertentu dari Al Qur’an ini saya hanya harus meminta anda untuk mengingat bahwa Tuhan menggunakan نزل (nzl) untuk menjelaskan wahyu dan air yang Dia kirim dari langit.

Pada bagian ketiga, kita akan mencoba memahami arti dari kata “pemahaman”….

You can also read the English article here



View the
Original article

Mengapa Al Qur’an Diturunkan Dalam Bahasa Arab? (part 1)

on Saturday, November 3, 2012

Untuk pertanyaan ini, saya pikir kebanyakan orang akan menjawab bahwa karena bahasa Arab adalah bahasa yang digunakan dan dimengerti oleh Nabi Muhammad saw. Meskipun saya tidak menyangkal jawaban itu, tapi menurut saya kita bisa melihat lebih jauh. Menjadi sebuah wahyu yang ditujukan kepada seluruh umat, saya pikir ini wajar untuk berpendapat bahwa ada kemungkinan sesuatu yang spesial mengenai bahasa Arab yang telah memungkinkannya dipilih oleh Tuhan. Dan untuk membuktikannya saya mengajak Anda untuk bersama-sama menelusurinya. Kalau Anda mau, kita akan menuruti ayat kedua dari bagian 12 – “Sesungguhnya, kami telah menurunkan wahyu ini dalam bahasa Arab sehingga kamu memahaminya”.

Bagi mereka yang tidak familiar dengan bahasa Arab, ini akan membantu mereka mengetahui bahwa kata “Qur’an” berasal dari akar kata قرا (qr’). Arti pertama dari akar kata tersebut adalah untuk mengumpulkan, sebagian demi sebagian, yang mana menunjukkan kepada kita, Al Qur’an sebagai sebuah kumpulan dari bagian-bagian, elemen-elemen yang berbeda yang disatukan sehingga membentuk sebuah buku. Tapi kita akan menambahkan beberapa detail ke dalam asumsi yang agak sederhana ini…

Kita akan tuangkan dalam hal yang lebih detail dengan menyebut bahasa Latin “colligo” (yang dari kata ini, bahasa Inggris “collect” dan “collection” berhubungan), yang berarti untuk mengumpulkan atau mengumpulkan bersama menjadi satu, untuk menghimpun; contohnya digunakan dalam bahasa militer, untuk menggambarkan perkumpulan tentara. Tetapi arti yang paling menarik datang dari salah satu penggunaan metaforanya, dimana kita menemukan bahwa kata “colligo” berarti untuk meletakkannya bersama di dalam pikiran, untuk berpikir akan/pada. Tidakkah Anda setuju bahwa ini menambahkan pemahaman yang lebih baik untuk pertimbangan apa itu arti Al Qur’an sebagai sebuah kumpulan dari bagian-bagian? Ini memungkinkan kita untuk tetap melihat kitab suci Al Qur’an sebagai permukaan yang daripadanya dikumpulkanlah ayat-ayat dan juz-juz, tetapi itu juga mendorong kita untuk mempertimbangkan kebutuhan untuk menempatkan bagian-bagian tersebut terkumpul dalam pikiran kita melalui penalaran.

Sekarang kita akan menuju akar makna lain yang harus kita renungkan, “membaca”.
Apa kaitan antara membaca daengan mengumpulkan bersama bagian-bagian yang terpisah? Jawabannya terlihat mudah… ketika seseorang membaca, dia membawa keseluruhan tidak hanya huruf-huruf, tetapi juga kata-katanya sebagaimana kalimat-kalimat secara keseluruhan. Tetapi, mari kita mencoba untuk mendapatkan lebih banyak detail… Ambil kata kerja Latin “lego”: membawa, mengumpulkan, mengumpulkan bersama, umumnya digunakan sebagai penunjuk. Contohnya, untuk mengumpulkan buah-buahan atau bunga-bungaan, yang mana menambahkan “colligo” gagasan “mengambil”, “memilih”. Dengan kata lain, “mengumpulan bersama dengan memilih” membawa pada ide “ekstraksi”, “penghapusan”.

Saya anggap Anda telah mengambil hasilnya dari sini… Jika sudah, Anda tahu bahwa Anda tidak memilihnya secara diskriminatif seperti jika Anda dalam keadaan mata tertutup, dan semua yang Anda perlu lakukan adalah menggenggam semua keuntungan tersebut. Ketika Anda memanen buah dari pohonnya, Anda memilih apa yang Anda petik, begitulah, anda memilih salah satu yang paling menarik bagi anda. Dengan kata lain, ketika Anda memetik buah dari pohonnya, Anda mengambil salah satu yang telah Anda pilih dari seluruh buah yang menggantung pada pohon tersebut.

Sekarang, disamping itu, lego berarti membaca, yang cukup penasaran, sebagaimana kata ini memungkinkan kita tidak hanya untuk melihat perbuatan membaca sebagai pengumpulan huruf-huruf dan kata-kata bersama, tetapi juga untuk melihat perbuatan tersebut yang berarti memilih bagian-bagian untuk membentuk keseluruhan.

Sekarang mari kita bawa Al Qur’an… Ketika Anda membaca pembukaan Al Qur’an dari juz 1 sampai akhir, Anda sedang memanfaatkan kumpulan yang telah terorganisasi, terkumpul, setelah penurunan wahyu tersebut. Tetapi, mengapa tidak mencoba untuk memilih bagian-bagian, ayat terpisah, dan kemudian mencoba untuk membawanya bersama-sana dengan bantuan kemampuan Anda? Anda hanya perlu memahami apa yang telah Anda pilih dan pertahankan itu dan kumpulkan dalam kecerdasan Anda melalui penalaran. Siapa tahu…mungkin Anda akan melihat setiap ayat terpisah ini sebagai butiran mutiara yang darinya sangat mungkin membentuk untaian hingga menjadi sebuah kalung… untaian tersebut menjadi pemahaman anda dari pilihan yang telah anda buat…

Pada bagian kedua dari artikel ini kita akan menganalisis akar dari bahasa Arab itu sendiri, عرب (‘rb).

You can also reas the English article here



View the
Original article

Asal-Usul Bahasa Arab

on Wednesday, July 18, 2012

Bahasa Arab berada pada urutan ke-5 sebagai bahasa yang paling banyak digunakan di dunia, dan diperkirakan ada sekitar 200 juta pelafal aslinya. Bahasa Arab adalah bahasa resmi di 22 negara: ini adalah bahasa asli bagi 200 juta orang yang berada di wilayah geografis yang membentang dari Asia Barat Daya sampai ke Barat Laut Afrika yang juga dikenal sebagai Dunia Arab. Bahasa Arab pertama kali hanya digunakan oleh suku-suku kecil yang bepergian berkeliling semenanjung Arab. Namun, seiring perkembangan Islam, bahasa Arab akhirnya menjadi salah satu bahasa yang paling banyak digunakan di dunia.

Bagi seorang Muslim, bahasa Arab adalah pokok penting karena Allah menurunkan kitabNya, al-Quran dalam bahasa Arab, dan Dia menyatakan fakta ini (dengan keijaksanaanNya) tidak kurang dari 11 kali. Jadi tujuan Muslim adalah untuk memahami Quran dan Sunnah Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wa sallam.

Bahasa Arab juga merupakan bahasa liturgis bagi lebih dari semiliar umat Islam di seluruh dunia, karena bahasa Arab merupakan bahasa yag digunakan dalam Quran, kitab suci agama Islam yang diturunkan pada Abad ke-7 Masehi. Bahasa Arab mulai menyebar di seluruh Timur Tengah seiring kemenangan Islam selama masa penyebaran Islam yang begitu kuat. Bahasa Arab terbentuk dalam dua budaya sekaligus, yaitu kuno dan modern, dan cara terbaik untuk mempelajari bahasa adalah melewati keduanya. Muslim Academy menawarkan pengajaran bahasa Arab yang efisien, fleksibel, dan biaya yang terjangkau yang ditangani oleh para ahli yang pelafal asli bahasa Arab yang secara konsisten memberikan hasil yang tinggi.

Karena orang-orang dari berbagai wilayah membaca Quran (teks suci agama Islam) dan masuk Islam, mereka juga mulai mengganti bahasa tradisional mereka dengan bahasa arab. Ada banyak dialek bahasa Arab. Bahasa Arab klasik yang merupakan bahasa Quran adalah dialek asli Makkah yang sekarang berada di wilayah Saudi Arabia. Sebuah bentuk adaptasi dari bentuk klasik ini, dikenal sebagai bahasa Arab standar modern, digunakan dalam buku-buku, koran, tv dan radio, masjid, serta dalam percakapan antara orang arab terpelajar dari negara-negara yang berlainan (misalnya dalam konferensi internasional).

Dengan mengadopsi budaya baru bahasa Arab, bahasa menjadi tersebar luas ke berbagai wilayah, sebagai sisa-sisa dari bahasa Arab tradisional yang sudah mengalami pembentukan baru dan perubahan. Kelahiran dialek Arab modern ini ditandai oleh perubahan sedikit demi sedikit dalam bahasa Arab. Tujuan kami adalah untuk membantu mereka, baik Muslim maupun non-Muslim untuk belajar bahasa Arab. Kami menyadari bahwa tujuan dari kedua kelompok tadi berbeda, namun kami tetap memenuhi aspek bahasa secara umum dengan beberapa aspek keislaman yang terintegrasi dalam pelajaran-pelajaran bahasa untuk memfasilitasi Muslim sekaligus untuk menginformasikan pada mereka yang bukan Muslim tentang Islam yang memiliki hubungan dekat dengan bahasa Arab.

You can also read this article in English Here

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

View the Original article